Manfaat berpuasa dan dapat di jadikan Terapi?

Assalamualaikum Wr. Wb.
Halo halo halo
Sobat DIFA siang hari ini ketemu lagi nih saya admin ganteng hehe. Jadi kali ini kita bakal bahas mengenai  "ternyata puasa bisa sebagai terapi" jangan anggap puasa dari sisi sara ya misal dari agama atau golongan tertentu, tapi yang kita bahas adalah manfaat puasa bagi kesehatan manusia, yang tentunya dapat dirasakan oleh semua orang dan agar puasa dijadikan sebagai sarana untuk kesehatan tubuh sehari-hari jadi puasa tidak dilakukan untuk meniru suatu kaum tertentu tetapi lebih umum yakni untuk kesehatan dan manfaat puasa dapat dirasakan semua orang. Penasaran yuks, lanjutt👌👌

Puasa sebagai Terapi

Hal yang mesti diperhatikan dalam puasa sebagai terapi adalah keseimbangan gizi

Secara medis, puasa dapat dijadikan sebagai terapi untuk pengobatan jasmani (fisik). Misalnya, untuk mengatasi stroke, kolesterol tinggi, stres, depresi, pengerasan, pembuluh darah, serta tekanan darah tinggi dan rendah. Selain itu, diabetes, kanker hati, kanker lambung, hepatitis, perdarahan otak, ginjal, atau radang tenggorokan.

Masih banyak lagi. Untuk menyebutkan di antaranya ialah radang hidung, radang amandel, radang kandungan kemih, radang usus kronis, radang persendian, dan radang lambung kronis. Kemudian, luka usus, nyeri syaraf, nyeri persendian, TBC paru-paru, bronchitis kronis, batu empedu, atau flu dan asma. Selanjutnya, varises, kegemukan, kekurusan, disentri, malaria, katarak, gonorhea, sypilis, epilepsi, susah tidur, dan lain-lain.

Selain itu, puasa juga dapat digunakan sebagai terapi atas penyakit reumatik, penyakit wanita (kelainan peranakan, radang saluran indung telur, radang ovarium, tumor leher rahim), maag, wasir, sembelit, pusing, alergi, biduran eksim, dan rasa kesemutan.

Dalam menjaga kecantikan, puasa ternyata berpotensi menghilangkan flek-flek hitam dan jerawat pada wajah.

Mekanisme terapi puasa untuk pengobatan dan kesehatan adalah berat badan turun, meningkatkan fungsi organ, memblokir makanan terhadap virus, penyakit dan bakteri, menambah sel darah putih, meningkatkan metabolisme, menghilangkan racun dan ampas kotoran, menyeimbangkan asam basa dan alkali, meningkatkan imunisasi, membasmi kuman, meningkatkan daya serap makanan, serta meningkatkan stamina tubuh.

Terapi puasa juga dapat meningkatkan jaringan pencernaan secara konsekuen. Umumnya orang hanya dapat menyerap gizi dari makanannya sebanyak 35 persen. Namun, setelah orang berpuasa, penyerapan gizi dapat mencapai 85 persen. Bagi penderita maag dan usus buntu, gaestrosis, gangguan pencernaan, mereka dapat sembuh sendiri karena sampah dalam perut dibersihkan.

Yang perlu diperhatikan adalah kondisi kesehatan yang prima adalah sangat tepat bagi seseorang dalam menunaikan ibadah puasa. Idealnya begitu.

Namun, yang mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes, jantung, darah tinggi atau tekanan darah rendah, sepanjang kuat dan mampu, pengidapnya tidak dilarang untuk menjalankan puasa.

Jika dalam waktu antara terbit fajar dan terbenam matahari tubuh merasa tidak kuat, Allah Maha Pemurah, maka puasa boleh diakhiri demi kesehatan.

Bahkan, puasa bisa menjadi haram hukumnya jika tetap diteruskan, sementara kondisi tubuh lemah.

Yang perlu diperhatikan dalam puasa adalah "keseimbangan gizi", dan ini memerlukan sikap pengendalian diri.

Pentingnya keseimbangan gizi ini sering kurang disadari karena hasilnya tidak terlihat langsung. Seseorang yang kekurangan zat gizi tertentu sama bahayanya dengan kelebihan zat gizi tertentu pula.

Misalnya, kekurangan protein akibat kurang dalam mengonsumsi ikan, telur dan susu, bisa menurunkan kadar sel albumin pada plasma sel, kulit mengeriput akibat hilangnya simpanan lemak di bawah kulit, respon saraf kurang, berat badan turun dan lamban dalam bergerak.

Sebaliknya. Bila kelebihan dalam mengonsumsi protein, dapat menyebabkan obesitas dan penyumbatan pembuluh darah. Sementara, kekurangan karbohidrat menyebabkan banyak jaringan dalam tubuh rusak. Namun, kelebihan karbohidrat pun mengakibatkan produksi asam oleh bakteri berlebih. Karena itu, penting menjaga kondisi kesehatan tetap prima, keseimbangan gizi perlu dijaga.```

Terapi puasa untuk penyembuhan penyakit juga dijalankan banyak negara barat sebagai bagian dari perawatan medis. Puasa sebagai terapi juga semakin diminati dan makin populer di Eropa dan Amerika Serikat.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa klinik di Jerman mengaku mampu menyembuhkan tak sedikit pasien dengan bantuan terapi puasa ini yang sangat mendukung penanganan medis yang diberikan.

Klinik Health Spa di AS maupun dokter dari Moscow Institute of Psychiatry membuktikan langkah medis untuk proses penyembuhan akan makin cepat dan hasilnya akan lebih baik jika dibarengi dengan terapi puasa.

Sejumlah pasien yang sembuh dengan terapi puasa untuk penyembuhan penyakit ini pun akan menjadi lebih segar dan lebih bergairah hidupnya. Baik secara fisik maupun mental.

Efektivitas Terapi Puasa untuk Penyembuhan Penyakit

Untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya, manusia tentu saja membutuhkan makan. Namun kebanyakan orang kurang memahami kebutuhan tubuhnya sehingga lebih sering memasukkan makanan yang tidak dibutuhkan, termasuk junk food dan lainnya.

Organ dalam tubuh akan mendapat asupan dari nutrisi makanan yang dikonsumsinya. Namun tak sedikit pula zat racun dari bahan makanan yang masuk dan tertimbun dalam tubuh.

Melalui proses melabolisme tubuh akan membuang zat-zat sampah maupun yang beracun. Meskipun tubuh memiliki mekanisme imunitas namun jika zat sampah masuk dalam waktu lama tentunya akan tertimbun dan berdampak terhadap kesehatan.

Melalui puasa, tubuh memiliki mekanisme detoksifikasi untuk membuang semua zat sampah dan beracun dari dalam tubuh.

Dalam mekanisme terapi puasa untuk penyembuhan penyakit, bukan hanya zat sampah yang akan terbuang. Proses penyerapan nutrisi dari makanan juga akan lebih efektif.

Begitupun jika penderita sedang dalam pengobatan medis, obat akan bekerja dengan lebih efektif. Hal ini karena fungsi organ tubuh akan lebih optimal dengan menjalani puasa.

Sejumlah riset juga menemukan keutamaan puasa bukan hanya baik pengaruhnya untuk kesehatan fisik namun juga mampu meningkatkan kemampuan dalam mengontrol emosinya.

Saat berpuasa, otot-otot peristaltik, organ pencemaan, hingga jaringan hati beristirahat. Hal ini ternyata mampu melancarkan aliran darah ke otak dengan lebih lancar dan lebih banyak. Sehingga otak menjadi lebih jernih dan lebih optimal fungsinya.

Penyakit Kronis yang Bisa Disembuhkan dengan Terapi Puasa
Manfaat terapi puasa untuk penyembuhan penyakit sangat besar. Bahkan tak sedikit penyakit kronis yang berbahaya bisa disembuhkan dengan terapi ini.
 Apa saja jenis penyakit itu.

Penelitian dari University Southern California menyimpulkan puasa selain mampu melindungi kerusakan sistem imunitas tubuh juga bisa menginduksi regenerasi kekebalan tubuh secara lebih optimal.

Kemampuan ini juga akan memulihkan tubuh yang terserang infeksi virus atau bakteri penyebab kanker. Begitu pun penyakit diabetes melitus, kadar gula darah bisa lebih dikendalikan dengan puasa agar tidak semakin parah.

Banyak penyakit berbahaya lainnya yang bisa diatasi dengan terapi puasa untuk penyembuhan penyakit. Diantaranya hipertensi, gangguan batu empedu, sakit maag, kolesterol tinggi, penyakit jantung, rematik, insomnia, depresi, ginjal, obesitas, hingga penyakit kulit.

Gimana keren banget kan puasa ternyata memiliki segudang manfaat yang wow banget. So buat temen temen yuk rekomenin blog ini dan terus kepoin blog ini ya karna setiap harinya bakal ada materi dan pembahasan yang wow banget

Komentar

Postingan Populer